Aneka makanan sumber kalium untuk tekanan darah sehat

Kalium untuk Hipertensi: Kebutuhan & Makanan Sumbernya

Kalium untuk hipertensi termasuk salah satu langkah pola makan yang buktinya paling konsisten: asupan kalium yang cukup dari makanan membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada orang yang tensinya sudah tinggi. Kabar baiknya, sumber kalium mudah ditemukan di dapur kita sendiri, seperti pisang, kentang, bayam, dan kacang-kacangan. Setelah membahas magnesium dan kalsium, kali ini kita bahas mineral ketiga: berapa kebutuhannya, makanan apa saja sumbernya, dan siapa yang justru perlu berhati-hati.

Ingin dibantu menyusun menu harian yang ramah tensi? Tanya Coach Didit via WhatsApp (0851-7977-5656)

Kenapa kalium penting untuk tekanan darah?

Kalium adalah mineral yang membantu sel, saraf, dan otot (termasuk otot jantung) bekerja normal. Untuk tekanan darah, kalium punya “pasangan” yang sangat menentukan, yaitu natrium, komponen utama garam dapur.

Cara sederhananya begini:

  • Natrium membuat tubuh menahan cairan. Kalau garam terlalu banyak, volume cairan dalam pembuluh darah bertambah, dan tekanan darah ikut naik.
  • Kalium membantu ginjal membuang kelebihan natrium lewat urine.
  • Kalium juga membantu dinding pembuluh darah lebih rileks, sehingga aliran darah tidak “tertekan”.

WHO mencatat bahwa kalium dapat meredam efek buruk natrium berlebih terhadap tekanan darah (WHO, Healthy diet). Masalahnya, pola makan modern cenderung tinggi garam dari makanan olahan, tetapi rendah sayur dan buah, padahal di situlah kalium banyak ditemukan. Itulah sebabnya kalium untuk hipertensi hampir selalu dibahas bersama upaya mengurangi garam.

Kalium untuk hipertensi: apa kata penelitian?

Di antara mineral yang sering dikaitkan dengan tekanan darah, bukti untuk kalium termasuk yang paling konsisten.

1. Tekanan darah turun, terutama pada penderita hipertensi. Tinjauan sistematis yang disusun untuk WHO menganalisis 22 uji klinis. Hasilnya, menambah asupan kalium menurunkan tekanan darah atas rata-rata sekitar 3,5 mmHg dan tekanan bawah sekitar 2 mmHg pada orang dewasa. Efek ini terlihat pada orang dengan hipertensi, tetapi tidak pada orang yang tensinya normal (Aburto dkk., 2013).

2. Dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Dalam tinjauan yang sama, studi pengamatan menemukan asupan kalium yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko stroke sekitar 24% lebih rendah. Perlu dicatat, ini hubungan dari studi pengamatan, bukan bukti sebab-akibat langsung (Aburto dkk., 2013).

3. Lebih banyak tidak selalu lebih baik. Analisis dosis-respons terhadap 32 uji klinis menemukan pola berbentuk “U”. Manfaatnya melemah setelah tambahan asupan tertentu, dan pada tambahan yang sangat tinggi tekanan darah justru bisa naik. Kenaikan ini terlihat pada peserta yang sedang minum obat hipertensi. Kesimpulan para peneliti: asupan kalium yang cukup itu baik, tetapi suplemen kalium berlebih sebaiknya dihindari (Filippini dkk., 2020).

4. Pola makan kaya kalium bekerja paling baik. Uji klinis DASH memberi peserta pola makan kaya buah, sayur, dan susu rendah lemak yang secara alami tinggi kalium, magnesium, dan kalsium. Tekanan darah peserta turun bermakna dibanding pola makan biasa (Appel dkk., 1997).

Jadi, kalium untuk hipertensi paling masuk akal didapat dari makanan sehari-hari, bukan dari pil.

Berapa kebutuhan kalium per hari?

Ada dua angka acuan yang sering dipakai:

  • AKG Indonesia: orang dewasa usia 19 tahun ke atas, baik pria maupun wanita, dianjurkan mendapat 4.700 mg kalium per hari (Permenkes No. 28 Tahun 2019).
  • WHO: asupan kalium minimal 3.510 mg per hari bagi orang dewasa dinilai bermanfaat (WHO, Healthy diet).

Angka ini memang terdengar besar. Tetapi kalau setiap kali makan ada sayur, buah, umbi, atau kacang-kacangan, angka tersebut jauh lebih mudah didekati. Kalium paling banyak hilang dari menu yang didominasi nasi putih, gorengan, mi instan, dan makanan olahan.

Makanan tinggi kalium untuk hipertensi

Makanan tinggi kalium untuk hipertensi: bayam, pisang, tomat, dan ubi jalar di pasar

Berikut contoh makanan sumber kalium untuk hipertensi yang mudah ditemukan di Indonesia. Angkanya per 100 gram bagian yang bisa dimakan.

MakananKalium per 100 gIde penyajian
Alpukat±485 mgDimakan langsung atau dijus tanpa gula
Bayam, direbus±466 mgSayur bening atau tumis dengan sedikit garam
Tempe±412 mgDikukus, dipepes, atau ditumis
Kacang merah, direbus±403 mgSup kacang merah atau campuran sayur asem
Kentang, direbus dengan kulit±379 mgKentang rebus atau kukus, bukan keripik
Pisang±358 mgCamilan pagi atau sore
Tomat±237 mgLalapan, sambal tomat, atau salad
Ubi jalar, direbus±230 mgPengganti sebagian nasi
Pepaya±182 mgBuah pencuci mulut
Jeruk±181 mgBuah utuh, lebih baik daripada jus kemasan

Sumber angka: USDA FoodData Central (SR Legacy). Kandungan bisa berbeda tergantung varietas dan cara masak.

Tips memasak supaya kalium tidak banyak terbuang:

  • Kukus atau rebus sebentar. Kalium larut dalam air, jadi merebus terlalu lama membuat sebagiannya ikut terbuang ke air rebusan.
  • Makan kuahnya bila sayurnya dimasak bening dan tidak asin.
  • Pilih bentuk utuh. Kentang rebus jauh lebih baik daripada keripik kentang yang asin.

Sayuran hijau juga punya manfaat lain untuk pembuluh darah, yaitu kandungan nitratnya. Pembahasannya ada di Sayuran Hijau untuk Jantung.

Kalium dan garam: pasangan yang menentukan

Menu rendah garam kaya kalium dengan bumbu alami pengganti rasa asin

Menambah kalium sambil tetap makan sangat asin ibarat mengisi ember yang bocor. Efek kalium untuk hipertensi paling terasa bila garam juga dikurangi. Analisis Filippini dkk. menemukan efek penurunan tensi dari kalium lebih kuat pada orang yang asupan natriumnya tinggi (Filippini dkk., 2020). Artinya, keduanya perlu dibereskan bersama. Patokan berapa banyak garam yang aman, lengkap dengan cara menghitung natrium di label kemasan, ada di artikel takaran garam harian yang dianjurkan.

Langkah praktisnya:

  • Kurangi makanan olahan dan instan, karena di situlah garam “tersembunyi” paling banyak.
  • Ganti sebagian rasa asin dengan bumbu seperti bawang, jahe, kunyit, serai, dan jeruk nipis.
  • Perbanyak sayur dan buah di setiap jam makan.

Langkah lain untuk menurunkan tensi tanpa obat, seperti olahraga, berat badan, dan tidur, dirangkum di Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami.

Garam rendah natrium: untuk siapa?

Sekarang ada garam rendah natrium, yaitu garam yang sebagian natriumnya diganti kalium klorida. WHO menyarankan penggantian garam meja biasa dengan garam rendah natrium yang mengandung kalium, khususnya bagi orang yang tidak berisiko mengalami kadar kalium darah terlalu tinggi (WHO, Sodium reduction; WHO, Healthy diet).

Salah satu dasarnya adalah uji klinis besar di 600 desa di Tiongkok. Pesertanya punya riwayat stroke, atau berusia 60 tahun ke atas dengan tekanan darah tinggi. Selama hampir 5 tahun, kelompok yang memakai garam pengganti (75% natrium klorida, 25% kalium klorida) mengalami stroke, kejadian kardiovaskular berat, dan kematian lebih sedikit dibanding yang memakai garam biasa (Neal dkk., 2021).

Meski begitu, garam rendah natrium bukan untuk semua orang. Tanyakan dulu ke dokter bila Anda termasuk kelompok yang dijelaskan di bagian berikut.

Siapa yang harus hati-hati dengan kalium?

Kalium untuk hipertensi tidak bisa ditambah sembarangan oleh semua orang. Pada ginjal yang sehat, kelebihan kalium dibuang lewat urine. Tetapi pada kondisi tertentu, kalium bisa menumpuk di darah. Kondisi ini disebut hiperkalemia dan bisa mengganggu irama jantung.

Bicarakan dulu dengan dokter sebelum menambah makanan tinggi kalium dalam jumlah besar, memakai garam rendah natrium, atau minum suplemen kalium, bila Anda:

  • Punya penyakit ginjal kronis, terutama stadium lanjut, atau menjalani cuci darah.
  • Minum obat tekanan darah tertentu, misalnya golongan ACE inhibitor (seperti captopril dan ramipril), ARB (seperti candesartan dan valsartan), atau spironolakton (MedlinePlus, Hyperkalemia).
  • Punya diabetes atau gagal jantung. Tinjauan Lakkis & Weir menyebut kondisi ini, bersama penyakit ginjal kronis dan obat penghambat sistem renin-angiotensin, sebagai faktor risiko hiperkalemia pada penderita hipertensi (Lakkis & Weir, 2018).

Dua hal penting lainnya:

  • Suplemen kalium hanya atas anjuran dokter. Untuk kebanyakan orang, makanan sudah cukup.
  • Jangan menghentikan atau mengganti obat hipertensi karena merasa sudah makan cukup kalium. Pola makan adalah pendamping obat, bukan penggantinya.

Hiperkalemia sering tidak bergejala. Karena itu, bila Anda termasuk kelompok di atas, dokter biasanya memantau kadar kalium lewat cek darah. Bila muncul rasa lemah yang berat, jantung berdebar tidak teratur, atau nyeri dada, segera ke IGD atau hubungi 119.

Kalium untuk hipertensi sebagai bagian dari pola hidup sehat

Kalium bukan “obat ajaib”. Kalium untuk hipertensi bekerja paling baik sebagai bagian dari paket kebiasaan sehat: makan sayur dan buah setiap hari, mengurangi garam, aktif bergerak, menjaga berat badan, tidur cukup, dan rutin kontrol tensi ke dokter. Panduan lengkap soal hipertensi ada di artikel pilar kami, Hipertensi (Darah Tinggi): Penyebab, Gejala, Bahaya & Cara Menurunkan. Bila Anda berusia 40 tahun ke atas, baca juga Kalsium untuk Usia 40 Tahun ke Atas.

Sebagian orang juga melengkapi pola makannya dengan suplemen untuk mendukung kesehatan pembuluh darah. Salah satunya ProArgi-9+, suplemen L-Arginine yang membantu mendukung produksi nitric oxide, zat yang membantu pembuluh darah tetap rileks. Perlu diketahui, ProArgi-9+ tidak mengandung kalium, jadi tidak menggantikan makanan sumber kalium.

ProArgi-9+ adalah suplemen, bukan obat. Produk ini tidak menggantikan obat hipertensi dan tidak dimaksudkan untuk mengobati penyakit. Bila Anda sedang minum obat tekanan darah, obat jantung golongan nitrat, atau obat disfungsi ereksi, konsultasikan dulu dengan dokter, karena kombinasinya bisa membuat tensi turun terlalu rendah. Dalam uji klinis VINTAGE-MI, L-arginine tidak memperbaiki kondisi pasien setelah serangan jantung. Selain itu, 6 peserta di kelompok L-arginine meninggal, sedangkan di kelompok plasebo tidak ada, sehingga penerimaan peserta dihentikan (Schulman dkk., JAMA 2006, PMID 16391217). L-Arginine juga tidak dianjurkan bagi yang baru mengalami serangan jantung. ProArgi-9+ tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

ProArgi-9+: suplemen L-Arginine dengan vitamin C, D, B6, B12, asam folat, dan grape skin extract. Diseduh 1 sachet dengan 250–300 ml air. Terdaftar BPOM POM SI 114203111, halal (REG RI HL US000060500525), dan diproduksi di fasilitas berstandar GMP.

Cek Harga Disini

Masih ragu? Konsultasi dulu dengan Coach Didit via WhatsApp (0851-7977-5656). Untuk keputusan medis, tetap ikuti arahan dokter Anda.

FAQ seputar kalium untuk hipertensi

Apakah kalium bisa menurunkan darah tinggi?

Bisa membantu. Manfaat kalium untuk hipertensi paling jelas bila didapat dari makanan: asupan yang cukup membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi. Dalam tinjauan 22 uji klinis, penurunannya rata-rata sekitar 3,5 mmHg untuk tekanan atas. Efeknya lebih kuat bila garam juga dikurangi. Kalium tidak menggantikan obat dari dokter.

Berapa kebutuhan kalium per hari untuk orang dewasa?

AKG Indonesia (Permenkes 28/2019) menganjurkan 4.700 mg kalium per hari bagi pria dan wanita usia 19 tahun ke atas. WHO menyebut asupan minimal 3.510 mg per hari bermanfaat bagi orang dewasa.

Makanan apa yang paling tinggi kalium?

Contoh sumber kalium yang mudah ditemukan adalah alpukat, bayam, tempe, kacang merah, kentang rebus, pisang, tomat, dan ubi jalar. Kukus atau rebus sebentar supaya kaliumnya tidak banyak terbuang ke air rebusan.

Apakah penderita hipertensi boleh minum suplemen kalium?

Hanya atas anjuran dokter. Suplemen kalium berlebih justru bisa berbahaya, terutama bagi penderita penyakit ginjal atau pengguna obat tensi golongan ACE inhibitor, ARB, atau spironolakton, karena kalium bisa menumpuk di darah.

Apakah garam rendah natrium aman untuk semua orang?

Tidak. WHO menyarankannya bagi orang yang tidak berisiko kadar kalium darah tinggi. Penderita penyakit ginjal, diabetes, gagal jantung, atau pengguna obat tensi tertentu perlu bertanya ke dokter dulu sebelum memakainya.

Baca juga

Coach Didit Wijaya
Ditulis oleh
Coach Didit Wijaya
Praktisi Kesehatan & Konsultan Nutrisi — 13 tahun bersama Synergy Worldwide Indonesia. Telah mendampingi ratusan klien menjalani program Smart Detox & gaya hidup sehat. Berbasis di Pancoran, Jakarta Selatan.
Informasi medis dalam artikel ini merujuk pada WHO, jurnal ilmiah, dan pedoman resmi. Artikel bersifat edukasi, bukan pengganti konsultasi dokter.

Suplemen bukan pengganti obat. Konsultasikan dengan dokter bila memiliki kondisi medis.

Sumber:

  • Aburto NJ, dkk. Effect of increased potassium intake on cardiovascular risk factors and disease: systematic review and meta-analyses. BMJ. 2013;346:f1378. PMID 23558164
  • Filippini T, dkk. Potassium intake and blood pressure: a dose-response meta-analysis of randomized controlled trials. J Am Heart Assoc. 2020;9(12):e015719. PMID 32500831
  • Neal B, dkk. Effect of salt substitution on cardiovascular events and death. N Engl J Med. 2021;385(12):1067–77. PMID 34459569
  • Appel LJ, dkk. A clinical trial of the effects of dietary patterns on blood pressure (DASH). N Engl J Med. 1997;336:1117–24. PMID 9099655
  • Lakkis JI, Weir MR. Hyperkalemia in the hypertensive patient. Curr Cardiol Rep. 2018;20(2):12. PMID 29492706
  • Schulman SP, dkk. L-arginine therapy in acute myocardial infarction: the VINTAGE MI randomized clinical trial. JAMA. 2006;295(1):58–64. PMID 16391217
  • WHO. Healthy diet (fact sheet). who.int
  • WHO. Sodium reduction (fact sheet). who.int
  • Kementerian Kesehatan RI. Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. jdih.kemkes.go.id
  • MedlinePlus. High potassium level (hyperkalemia). medlineplus.gov
  • USDA FoodData Central, SR Legacy (kandungan kalium makanan). fdc.nal.usda.gov
  • Data produk: KB Synergy Worldwide Indonesia (ProArgi-9+ POM SI 114203111; halal REG RI HL US000060500525).

Similar Posts