Pria paruh baya duduk di sofa memegang dada dan perut, dengan alat tensi digital di meja

Bahaya Mengejan saat BAB bagi Jantung dan Tekanan Darah

Bahaya mengejan saat BAB ada pada perubahan tekanan yang mendadak: mengejan keras membuat tekanan di rongga dada naik dan tekanan darah naik-turun dalam hitungan detik. Pada orang sehat, ini biasanya tidak berbahaya. Tapi bagi yang punya tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, mengejan berulang karena sembelit perlu diperhatikan. Penelitian juga menemukan sembelit kronis berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi. Kabar baiknya, sembelit umumnya bisa diperbaiki lewat pola makan dan kebiasaan sehari-hari.

Sering sembelit dan punya tekanan darah tinggi? Tanya Coach Didit via WhatsApp (0851-7977-5656)

Artikel ini bagian dari seri Hubungan Usus dan Jantung.

Apa yang terjadi di tubuh saat mengejan?

Saat mengejan, kita biasanya menarik napas, menahannya, lalu mendorong kuat. Gerakan ini mirip manuver Valsalva: tekanan di rongga dada dan perut naik tajam (StatPearls). Akibatnya:

  1. Awalnya tekanan darah naik karena rongga dada tertekan.
  2. Aliran darah yang kembali ke jantung berkurang, sehingga tekanan darah bisa turun dan jantung berdetak lebih cepat untuk mengimbanginya.
  3. Setelah mengejan dilepas, darah kembali mengalir deras dan tekanan darah bisa melonjak sesaat.

Inilah bahaya mengejan saat BAB yang perlu diketahui: pada sebagian orang, perubahan cepat ini bisa membuat pusing, berkunang-kunang, bahkan pingsan. Tinjauan di Journal of Clinical Hypertension menjelaskan bahwa lonjakan tekanan darah saat mengejan dapat menjadi pemicu kejadian kardiovaskular pada orang yang rentan, seperti gagal jantung yang memburuk, gangguan irama jantung, serangan jantung, dan robekan pembuluh darah besar (diseksi aorta) (Ishiyama dkk., 2019).

Siapa yang paling perlu waspada bahaya mengejan saat BAB?

Bahaya mengejan saat BAB pada lansia: perawat mengukur tekanan darah pria lansia dengan alat tensi digital di ruang tamu
  • Penderita tekanan darah tinggi. Lonjakan tekanan saat mengejan menambah beban pada pembuluh darah yang sudah tertekan. Kenali gejalanya di Gejala Hipertensi.
  • Penderita penyakit jantung, termasuk yang punya riwayat serangan jantung, gagal jantung, atau gangguan irama jantung.
  • Orang lanjut usia. Sembelit makin sering terjadi seiring usia, dan sering muncul bersamaan dengan faktor risiko jantung lain (Ishiyama dkk., 2019).
  • Orang yang baru menjalani operasi. Ikuti arahan dokter soal cara BAB selama masa pemulihan.

Sembelit dan risiko penyakit jantung: apa kata penelitian?

Beberapa studi besar menemukan kaitan antara sembelit dan penyakit kardiovaskular:

  • Studi kohort Ohsaki, Jepang. Pada 45.112 orang usia 40–79 tahun yang diikuti 13 tahun, orang yang BAB hanya 1 kali tiap 2–3 hari punya risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 21% lebih tinggi, dan yang 1 kali tiap 4 hari atau lebih jarang 39% lebih tinggi, dibanding yang BAB setiap hari (Honkura dkk., 2016).
  • Studi 3,3 juta veteran di Amerika. Orang dengan sembelit punya risiko penyakit jantung koroner 11% lebih tinggi dan risiko stroke iskemik 19% lebih tinggi dibanding yang tidak sembelit (Sumida dkk., 2019).

Perlu dicatat, kedua studi ini adalah studi pengamatan. Artinya, keduanya menunjukkan kaitan, bukan membuktikan bahwa sembelit langsung menyebabkan penyakit jantung. Penjelasan yang diduga berperan antara lain bahaya mengejan saat BAB, yaitu lonjakan tekanan darahnya, dan perubahan bakteri usus (Ishiyama dkk., 2019). Hubungan usus dan jantung yang lebih luas dibahas di Hubungan Usus dan Jantung.

Tanda sembelit yang perlu diperhatikan

Mengenali sembelit sejak awal membantu Anda terhindar dari bahaya mengejan saat BAB. Menurut kriteria Rome IV yang dipakai dokter, sembelit fungsional ditandai dengan keluhan seperti berikut (Mearin dkk., 2016):

  • BAB kurang dari 3 kali seminggu
  • Feses keras atau bergumpal
  • Sering harus mengejan
  • Terasa tidak tuntas setelah BAB
  • Terasa ada yang mengganjal di anus

Segera periksa ke dokter bila sembelit disertai darah pada feses atau feses berwarna hitam, berat badan turun tanpa sebab, nyeri perut hebat, perubahan pola BAB yang menetap pada usia di atas 50 tahun, atau ada riwayat kanker usus di keluarga (pedoman klinis konstipasi, 2016).

Segera ke IGD bila bahaya mengejan saat BAB muncul dalam bentuk nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar kencang, atau pingsan saat maupun setelah mengejan.

Cara BAB lancar tanpa mengejan keras

Sarapan pelancar pencernaan: pepaya, oatmeal pisang, sayuran kukus, dan segelas air putih

Cara paling sederhana untuk menghindari bahaya mengejan saat BAB adalah membuat BAB lebih mudah, sehingga Anda tidak perlu mendorong keras. Berikut langkah yang bisa dicoba:

  1. Tambah serat secara bertahap. Targetkan sekitar 25–29 gram serat per hari dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh (Reynolds dkk., 2019). Naikkan pelan-pelan agar tidak kembung. Ide menu: Makanan Sehat untuk Jantung.
  2. Minum air yang cukup. Serat butuh air agar feses lunak. Tanpa air cukup, serat justru bisa membuat BAB makin keras.
  3. Bergerak setiap hari. Jalan kaki membantu gerak usus.
  4. Jangan menahan BAB. Begitu terasa ingin BAB, segera ke toilet. Banyak orang merasa ingin BAB setelah makan, terutama sarapan.
  5. Pakai pijakan kaki. Posisi lutut lebih tinggi dari pinggul, mirip jongkok, membuat BAB lebih mudah. Studi kecil menemukan posisi jongkok mengurangi waktu dan usaha mengejan dibanding duduk (Sikirov, 2003), dan pemakaian pijakan kaki mengurangi kebiasaan mengejan serta membuat BAB terasa lebih tuntas (Modi dkk., 2019).
  6. Jangan menahan napas. Menahan napas sambil mendorong kuat adalah inti bahaya mengejan saat BAB. Hembuskan napas pelan saat mendorong, dan jangan memaksa. Kalau belum keluar, coba lagi nanti.
  7. Jangan berlama-lama di toilet. Duduk terlalu lama sambil memaksa justru membuat orang terus mengejan.

Obat pencahar sebaiknya dipakai atas saran dokter atau apoteker, terutama bila Anda minum obat jantung atau obat tekanan darah.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, kebiasaan ini membantu mengurangi bahaya mengejan saat BAB dan melengkapi langkah lain yang dibahas di Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami.

Apakah suplemen serat membantu sembelit?

Meta-analisis 16 uji klinis (1.251 peserta) menemukan suplemen serat membantu memperbaiki sembelit kronis pada orang dewasa: 66% peserta yang mendapat serat merespons, dibanding 41% pada kelompok pembanding. Psyllium dan pektin termasuk jenis serat yang efeknya bermakna. Hasil terbaik terlihat pada dosis lebih dari 10 gram per hari selama minimal 4 minggu. Efek sampingnya, perut lebih sering kembung atau banyak gas (van der Schoot dkk., 2022).

Psyllium juga dibahas dari sisi kolesterol di artikel Serat Larut Menurunkan Kolesterol? Begini Cara Kerja Psyllium di Usus.

Suplemen sebagai bagian dari pola hidup sehat

ProArgi-9 Plus: box isi 30 sachet rasa Citrus Berry

Untuk menghindari bahaya mengejan saat BAB, pola makan tinggi serat, cukup minum, dan rutin bergerak tetap fondasinya. Bila kebutuhan serat harian sulit terpenuhi, suplemen bisa menjadi pelengkap.

Biome DTX: suplemen kesehatan box isi 30 sachet

Biome DTX (BPOM POM SI 214283331) adalah minuman serbuk dengan psyllium husk sebagai bahan utama, dilengkapi pektin apel, FOS (prebiotik, makanan bakteri baik), ekstrak teh hijau, flax seed, dan kunyit. Fungsinya membantu melancarkan BAB dan mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Tanpa gula dan vegan. Biome DTX terdaftar halal BPJPH (REG RI HL US000090330526, sertifikat IFANCA; cek di situs BPJPH).

Supaya adil: penelitian di atas menguji suplemen serat seperti psyllium dan pektin, bukan produk Biome DTX secara khusus. Satu sachet Biome DTX berisi 8 gram, dan kadar seratnya per sachet tidak dicantumkan terpisah. Jadi posisikan sebagai pelengkap pola makan tinggi serat, bukan obat sembelit.

Sisi lain dari kesehatan jantung adalah pembuluh darah yang lentur. ProArgi-9+ (BPOM POM SI 114203111) mengandung L-Arginine, bahan baku tubuh untuk membuat Nitric Oxide, dilengkapi Vitamin C, Vitamin D, Vitamin B6, Vitamin B12, Asam Folat, dan Grape Skin Extract. Fungsinya membantu memelihara kelenturan pembuluh darah dan kelancaran sirkulasi. Detail: Panduan ProArgi-9+. ProArgi-9+ terdaftar halal BPJPH (REG RI HL US000060500525, sertifikat IFANCA; cek di situs BPJPH).

ProArgi-9+ (BPOM POM SI 114203111) tersedia dalam kemasan box isi 30 sachet. Lihat isi paket & harga terbaru.

Perhatikan sebelum mulai:

  • Suplemen bukan obat dan tidak menggantikan pengobatan dari dokter. Jangan menghentikan atau mengurangi obat tanpa persetujuan dokter.
  • Biome DTX dilarutkan dalam ±300 ml air dingin atau suhu ruang (jangan air panas), dan diberi jarak sekitar 2 jam dari obat lain karena serat bisa memengaruhi penyerapan obat.
  • ProArgi-9+ tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Penderita herpes perlu berhati-hati. Bila Anda minum obat jantung golongan nitrat (misalnya ISDN) atau obat penurun tekanan darah, wajib konsultasi dokter dulu karena ada risiko tekanan darah turun terlalu rendah.

FAQ seputar bahaya mengejan saat BAB

Apakah mengejan saat BAB berbahaya?
Pada orang sehat, mengejan sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun bahaya mengejan saat BAB patut diperhatikan bila mengejan keras terjadi sering, terutama karena sembelit, karena bisa membuat tekanan darah naik-turun dan perlu diwaspadai oleh penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan orang lanjut usia.

Kenapa mengejan bisa menaikkan tekanan darah?
Saat mengejan sambil menahan napas, tekanan di rongga dada dan perut naik tajam. Tekanan darah bisa naik, lalu turun karena aliran darah ke jantung berkurang, lalu melonjak lagi sesaat setelah mengejan dilepas.

Apakah sembelit bisa memengaruhi jantung?
Studi pengamatan menemukan sembelit kronis berkaitan dengan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. Studi ini menunjukkan kaitan, bukan membuktikan sebab-akibat.

Bagaimana cara BAB lancar tanpa mengejan keras?
Tambah serat secara bertahap, minum air yang cukup, bergerak setiap hari, jangan menahan BAB, pakai pijakan kaki agar posisi lutut lebih tinggi dari pinggul, dan jangan menahan napas atau memaksa saat BAB.

Kapan sembelit perlu diperiksakan ke dokter?
Periksakan ke dokter bila sembelit disertai darah pada feses atau feses hitam, berat badan turun tanpa sebab, nyeri perut hebat, atau perubahan pola BAB yang menetap. Segera ke IGD bila muncul nyeri dada, sesak napas, atau pingsan saat mengejan.

ProArgi-9+: box isi 30 sachet. Terdaftar BPOM POM SI 114203111.

Cek Harga Disini

Masih ragu? Konsultasi dulu dengan Coach Didit via WhatsApp (0851-7977-5656). Untuk keputusan medis, tetap ikuti arahan dokter Anda.
Ingin sekaligus merawat pencernaan? Tersedia juga Paket BioProArgi (ProArgi-9+ + Biome DTX) di bioproargi.com.

Coach Didit Wijaya

Ditulis oleh
Coach Didit Wijaya
Praktisi Kesehatan & Konsultan Nutrisi — 13 tahun bersama Synergy Worldwide Indonesia. Telah mendampingi ratusan klien menjalani program Smart Detox & gaya hidup sehat. Berbasis di Pancoran, Jakarta Selatan.
Informasi medis dalam artikel ini merujuk pada WHO, jurnal ilmiah, dan pedoman resmi. Artikel bersifat edukasi, bukan pengganti konsultasi dokter.

Suplemen bukan pengganti obat. Konsultasikan dengan dokter bila memiliki kondisi medis.

Sumber:

  • Srivastav S, dkk. Valsalva Maneuver. StatPearls. PMID 30725933
  • Ishiyama Y, Hoshide S, Mizuno H, Kario K. Constipation-induced pressor effects as triggers for cardiovascular events. J Clin Hypertens. 2019;21:421–5. PMID 30761728
  • Honkura K, dkk. Defecation frequency and cardiovascular disease mortality in Japan: the Ohsaki cohort study. Atherosclerosis. 2016;246:251–6. PMID 26812003
  • Sumida K, dkk. Constipation and risk of death and cardiovascular events. Atherosclerosis. 2019;281:114–20. PMID 30658186
  • Mearin F, dkk. Clinical Practice Guideline: Irritable bowel syndrome with constipation and functional constipation in the adult. Rev Esp Enferm Dig. 2016;108:332–63. PMID 27230827
  • Mearin F, Lacy BE, dkk. Bowel Disorders (kriteria Rome IV). Gastroenterology. 2016;150:1393–1407. PMID 27144627
  • Reynolds A, dkk. Carbohydrate quality and human health: a series of systematic reviews and meta-analyses. Lancet. 2019;393:434–45. PMID 30638909
  • Sikirov D. Comparison of straining during defecation in three positions. Dig Dis Sci. 2003;48:1201–5. PMID 12870773
  • Modi RM, dkk. Implementation of a Defecation Posture Modification Device. J Clin Gastroenterol. 2019;53:216–9. PMID 30346317
  • van der Schoot A, dkk. The Effect of Fiber Supplementation on Chronic Constipation in Adults: an updated systematic review and meta-analysis. Am J Clin Nutr. 2022;116:953–69. PMID 35816465
  • Data produk: KB Synergy Worldwide Indonesia (Biome DTX POM SI 214283331; ProArgi-9+ POM SI 114203111).

Similar Posts