Ilustrasi hubungan usus dan jantung: wanita memegang perut dan dada di dapur dengan sayur, buah, dan oat

Hubungan Usus dan Jantung: 6 Jalur yang Perlu Anda Tahu

Hubungan usus dan jantung ternyata sangat erat: keduanya bekerja seperti satu tim. Para peneliti menyebutnya gut–heart axis atau poros usus–jantung: kondisi usus, termasuk bakteri di dalamnya, ikut memengaruhi kolesterol, gula darah, peradangan, dan tekanan darah. Sebaliknya, jantung dan pembuluh darah yang sehat menjaga usus tetap mendapat pasokan darah yang cukup. Artikel ini merangkum 6 jalur hubungan usus dan jantung, plus langkah harian yang bisa Anda mulai hari ini.

Ringkasnya, 6 jalur poros usus–jantung:

  1. Serat larut di usus membantu menurunkan kolesterol LDL.
  2. Dinding usus yang terganggu (leaky gut) diduga berperan dalam peradangan kronis.
  3. Bakteri usus menghasilkan zat yang bisa merugikan (TMAO) atau menguntungkan (SCFA) pembuluh darah.
  4. Serat membantu meredam lonjakan gula darah setelah makan.
  5. Sembelit dan mengejan dikaitkan dengan beban jantung dan tekanan darah.
  6. Sirkulasi yang lancar menjaga dinding usus tetap sehat.
Punya pertanyaan soal kesehatan jantung & pencernaan? Tanya Coach Didit via WhatsApp (0851-7977-5656)

Kenapa usus perlu masuk hitungan saat menjaga jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. WHO memperkirakan 19,8 juta orang meninggal karenanya pada 2022, sekitar 32% dari seluruh kematian global (WHO). Sebagian besar faktor risikonya berkaitan dengan gaya hidup: pola makan, rokok, kurang gerak, dan berat badan berlebih.

Di sinilah hubungan usus dan jantung mulai terlihat. Pola makan paling dulu “diproses” di usus. Masalahnya, asupan serat kita rendah. Riskesdas 2018 mencatat 95,5% penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas kurang makan sayur dan buah (Kemenkes RI). Padahal serat adalah “makanan” utama bakteri baik di usus, dan tinjauan besar di jurnal The Lancet menemukan orang yang asupan seratnya paling tinggi punya risiko penyakit jantung koroner dan kematian kardiovaskular 15–30% lebih rendah dibanding yang paling rendah (Reynolds dkk., 2019).

Apa itu poros usus–jantung?

Di dalam usus hidup triliunan mikroba yang disebut mikrobioma usus. Mikroba ini mencerna sisa makanan yang tidak bisa dicerna tubuh, lalu menghasilkan berbagai zat yang ikut masuk ke aliran darah. Sebagian zat itu berdampak pada pembuluh darah dan jantung. Inilah dasar hubungan usus dan jantung.

Tinjauan ilmiah di jurnal Circulation Research menjelaskan bahwa mikrobioma usus berkaitan dengan aterosklerosis (penumpukan plak), tekanan darah tinggi, dan gagal jantung. Namun sebagian besar temuan masih berupa kaitan, dan penelitian untuk memastikan sebab-akibatnya masih berjalan (Tang dkk., 2017).

6 jalur hubungan usus dan jantung

Menu sehat untuk hubungan usus dan jantung: keluarga Indonesia makan siang nasi merah, sayur sop, tempe, buah, dan air putih

1. Serat larut membantu menurunkan kolesterol

Serat larut seperti psyllium husk menyerap air dan membentuk gel di usus. Gel ini mengikat asam empedu sehingga ikut terbuang lewat feses. Untuk membuat asam empedu baru, hati menarik kolesterol dari darah, sehingga kadar LDL (“kolesterol jahat”) ikut turun. Meta-analisis 28 uji klinis menemukan psyllium (dosis tengah ±10 g/hari) menurunkan LDL secara bermakna (Jovanovski dkk., 2018).

FDA Amerika mengizinkan klaim kesehatan untuk psyllium dengan syarat: 7 gram atau lebih serat larut dari psyllium per hari, sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol, dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner (21 CFR 101.81).

Baca selengkapnya: Serat Larut Menurunkan Kolesterol? Ini Cara Kerja Psyllium. Tentang LDL secara umum: Kolesterol LDL.

2. Leaky gut dan peradangan kronis

Dinding usus berfungsi sebagai penyaring. Saat lapisannya terganggu (sering disebut leaky gut), sebagian komponen bakteri seperti endotoksin (LPS) bisa lolos ke aliran darah. Penelitian menunjukkan kaitan antara kondisi ini dengan peradangan kronis tingkat rendah, yang diduga berperan dalam kerusakan lapisan pembuluh darah (Tang dkk., 2017). Mekanismenya masih terus diteliti, jadi belum bisa disebut penyebab tunggal.

3. Bakteri usus: TMAO dan SCFA

Bakteri usus bisa menghasilkan zat yang merugikan maupun menguntungkan:

  • TMAO. Dari kolin (banyak di daging merah, kuning telur, jeroan) dan karnitin (daging merah), bakteri usus tertentu membentuk TMA, yang di hati diubah menjadi TMAO. Studi di New England Journal of Medicine menemukan kadar TMAO tertinggi berkaitan dengan risiko kejadian kardiovaskular berat sekitar 2,5 kali lipat dibanding kadar terendah (Tang dkk., 2013). Ini temuan kaitan, bukan bukti bahwa makanan tertentu langsung menyebabkan serangan jantung.
  • SCFA (asam lemak rantai pendek). Dari serat, bakteri baik membuat SCFA yang membantu menjaga dinding usus dan dikaitkan dengan respons peradangan serta tekanan darah yang lebih sehat (Tang dkk., 2017).

4. Gula darah: dari usus ke pembuluh darah

Makanan yang cepat dicerna dan rendah serat membuat gula darah melonjak setelah makan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa berujung pada prediabetes dan diabetes, salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung. Serat larut memperlambat penyerapan gula sehingga kenaikannya lebih landai. Asupan serat yang tinggi juga dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah (Reynolds dkk., 2019).

Baca juga: Prediabetes dan Penyakit Jantung.

5. Sembelit dan mengejan

Mengejan keras saat BAB menaikkan tekanan di rongga dada dan membuat tekanan darah naik-turun sesaat, mirip manuver Valsalva (StatPearls). Pada orang sehat biasanya tidak masalah, tapi bagi yang punya penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, hal ini perlu diperhatikan.

Studi kohort Ohsaki di Jepang (45.112 orang usia 40–79 tahun, diikuti 13 tahun) menemukan orang yang BAB hanya 1 kali tiap 2–3 hari punya risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 21% lebih tinggi, dan yang 1 kali tiap 4 hari atau lebih jarang 39% lebih tinggi, dibanding yang BAB setiap hari (Honkura dkk., 2016). Ini studi pengamatan, jadi menunjukkan kaitan, bukan sebab-akibat.

Tentang tekanan darah tinggi: Gejala Hipertensi.

6. Jalur balik: sirkulasi yang lancar menjaga usus

Hubungan usus dan jantung berjalan dua arah. Usus butuh aliran darah yang baik untuk memperbarui dindingnya, bergerak (peristaltik), dan menyerap nutrisi. Penelitian pada penderita gagal jantung kronis menemukan dinding usus mereka lebih tebal, lebih “bocor”, dan penyerapannya menurun dibanding orang tanpa gagal jantung, sebagian karena pasokan darah ke usus berkurang (Sandek dkk., 2007).

Kelancaran aliran darah sendiri sangat dipengaruhi Nitric Oxide (NO), molekul yang dibuat lapisan dalam pembuluh darah untuk membuatnya rileks dan melebar. Penemuan peran NO meraih Nobel Kedokteran 1998, dan fungsi endotel serta produksi NO cenderung menurun seiring usia (Higashi & Kihara, 2012). Penjelasan lengkap: Nitric Oxide.

Tanda usus dan sirkulasi perlu perhatian

Karena hubungan usus dan jantung saling terkait, keluhan berikut layak diperhatikan meski sering dianggap biasa:

  • BAB kurang dari 3 kali seminggu, keras, atau terasa tidak tuntas
  • Perut sering kembung atau begah
  • Mudah lelah
  • Tangan dan kaki sering dingin atau kesemutan
  • Hasil cek kolesterol, gula darah, atau tekanan darah mulai naik

Daftar ini bukan alat diagnosis. Segera ke dokter bila ada BAB berdarah atau hitam, berat badan turun tanpa sebab, nyeri perut hebat, nyeri dada, atau sesak napas.

Langkah harian menjaga hubungan usus dan jantung

Wanita berhijab jalan cepat di taman kota pada pagi hari sambil membawa botol air minum
  1. Naikkan serat bertahap. Targetkan sekitar 25–29 gram serat per hari dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh; kisaran ini yang paling banyak dikaitkan dengan manfaat dalam tinjauan Lancet (Reynolds dkk., 2019). Naikkan pelan-pelan agar tidak kembung.
  2. Minum air yang cukup. Serat butuh air agar bisa bekerja dan tidak membuat BAB makin keras.
  3. Seimbangkan sumber protein. Selingi daging merah dengan ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  4. Bergerak setiap hari. Jalan kaki rutin membantu gerak usus sekaligus kesehatan jantung. Kalau banyak duduk, berdirilah dan bergerak tiap 1 jam.
  5. Jangan menahan BAB dan hindari mengejan terlalu keras.
  6. Tidak merokok dan kelola stres serta tidur.
  7. Cek rutin tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, dan ikuti pengobatan dari dokter bila sudah ada diagnosis.

Ide menu: Makanan Sehat untuk Jantung.

Peran suplemen sebagai bagian dari pola hidup sehat

ProArgi-9 Plus: box isi 30 sachet rasa Citrus Berry

Untuk hubungan usus dan jantung yang sehat, pola makan dan gaya hidup tetap fondasinya. Bagi yang sulit memenuhi kebutuhan serat atau ingin dukungan tambahan, suplemen bisa menjadi pelengkap. Dua produk Synergy Worldwide dirancang saling melengkapi untuk jalur usus dan jalur pembuluh darah:

Biome DTX: suplemen kesehatan box isi 30 sachet

Biome DTX (BPOM POM SI 214283331) adalah minuman serbuk untuk pencernaan. Bahan utamanya psyllium husk (serat larut), dilengkapi FOS (prebiotik, makanan bakteri baik), pektin apel, ekstrak teh hijau, flax seed, dan kunyit. Fungsinya membantu melancarkan BAB dan mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Tanpa gula dan vegan. Biome DTX terdaftar halal BPJPH (REG RI HL US000090330526, sertifikat IFANCA; cek di situs BPJPH). Satu sachet berisi 8 gram; kadar serat larut psyllium per sachet tidak dicantumkan terpisah, sehingga tidak bisa dianggap memenuhi syarat klaim FDA 7 gram per hari di atas.

ProArgi-9+ (BPOM POM SI 114203111) adalah minuman serbuk dengan L-Arginine, bahan baku tubuh untuk membuat Nitric Oxide. Dilengkapi Vitamin C, Vitamin D, Vitamin B6, Vitamin B12, Asam Folat, dan Grape Skin Extract. Fungsinya membantu memelihara kelenturan pembuluh darah dan kelancaran sirkulasi. Detail: Panduan ProArgi-9+. ProArgi-9+ terdaftar halal BPJPH (REG RI HL US000060500525, sertifikat IFANCA; cek di situs BPJPH).

Analogi sederhananya: Biome DTX membantu merawat “air” yang masuk ke pipa, ProArgi-9+ membantu menjaga “pipa”-nya tetap lentur dan lancar.

ProArgi-9+ (BPOM POM SI 114203111) tersedia dalam kemasan box isi 30 sachet. Lihat isi paket & harga terbaru. Contoh jadwal dari panduan Synergy: Biome DTX pagi dan sore, ProArgi-9+ siang dan 1 jam sebelum tidur, masing-masing dilarutkan dalam air dingin atau suhu ruang (Biome DTX dengan ±300 ml air).

Perhatikan sebelum mulai:

  • Suplemen bukan obat dan tidak menggantikan pengobatan dari dokter. Jangan menghentikan atau mengurangi obat tanpa persetujuan dokter.
  • ProArgi-9+ tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Penderita herpes perlu berhati-hati. Bila Anda minum obat jantung golongan nitrat (misalnya ISDN) atau obat penurun tekanan darah, wajib konsultasi dokter dulu karena ada risiko tekanan darah turun terlalu rendah.
  • Biome DTX diminum dengan air yang cukup (±300 ml), jangan dengan air panas, dan beri jarak sekitar 2 jam dari obat lain karena serat bisa memengaruhi penyerapan obat.

FAQ seputar hubungan usus dan jantung

Apa hubungan usus dan jantung?
Usus dan jantung terhubung lewat poros usus–jantung. Kondisi usus dan bakteri di dalamnya ikut memengaruhi kolesterol, gula darah, peradangan, dan tekanan darah. Sebaliknya, sirkulasi darah yang lancar membantu menjaga dinding usus tetap sehat.

Apakah kurang serat bisa memengaruhi kesehatan jantung?
Asupan serat yang rendah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Tinjauan di jurnal The Lancet menemukan orang dengan asupan serat tertinggi memiliki risiko penyakit jantung koroner dan kematian kardiovaskular 15–30% lebih rendah dibanding yang asupannya paling rendah.

Apa itu TMAO?
TMAO adalah zat yang terbentuk dari kolin dan karnitin dalam makanan setelah diolah bakteri usus dan hati. Kadar TMAO yang tinggi dikaitkan dengan risiko kejadian kardiovaskular yang lebih tinggi, meski hubungan sebab-akibatnya masih diteliti.

Apakah sembelit berbahaya bagi jantung?
Sembelit kronis dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dalam penelitian pengamatan, dan mengejan keras membuat tekanan darah naik-turun sesaat. Bila Anda punya penyakit jantung atau tekanan darah tinggi dan sering sembelit, bicarakan dengan dokter.

Apakah suplemen serat bisa menggantikan obat kolesterol atau obat jantung?
Tidak. Suplemen adalah pelengkap pola hidup sehat, bukan pengganti obat. Jangan menghentikan atau mengurangi obat dari dokter tanpa persetujuan dokter.

ProArgi-9+: box isi 30 sachet. Terdaftar BPOM POM SI 114203111.

Cek Harga Disini

Masih ragu? Konsultasi dulu dengan Coach Didit via WhatsApp (0851-7977-5656). Untuk keputusan medis, tetap ikuti arahan dokter Anda.
Ingin sekaligus merawat pencernaan? Tersedia juga Paket BioProArgi (ProArgi-9+ + Biome DTX) di bioproargi.com.

Coach Didit Wijaya

Ditulis oleh
Coach Didit Wijaya
Praktisi Kesehatan & Konsultan Nutrisi — 13 tahun bersama Synergy Worldwide Indonesia. Telah mendampingi ratusan klien menjalani program Smart Detox & gaya hidup sehat. Berbasis di Pancoran, Jakarta Selatan.
Informasi medis dalam artikel ini merujuk pada WHO, jurnal ilmiah, dan pedoman resmi. Artikel bersifat edukasi, bukan pengganti konsultasi dokter.

Suplemen bukan pengganti obat. Konsultasikan dengan dokter bila memiliki kondisi medis.

Sumber:

  • WHO. Cardiovascular diseases (CVDs) — fact sheet. who.int
  • Kementerian Kesehatan RI. Potret Kesehatan Indonesia dari Riskesdas 2018. kemkes.go.id
  • Reynolds A, dkk. Carbohydrate quality and human health: a series of systematic reviews and meta-analyses. Lancet. 2019;393:434–45. PMID 30638909
  • Tang WHW, Kitai T, Hazen SL. Gut Microbiota in Cardiovascular Health and Disease. Circ Res. 2017;120:1183–96. PMID 28360349
  • Jovanovski E, dkk. Effect of psyllium fiber on LDL cholesterol… meta-analysis of RCTs. Am J Clin Nutr. 2018;108:922–32. PMID 30239559
  • U.S. FDA. 21 CFR 101.81 — Soluble fiber from certain foods and risk of coronary heart disease. ecfr.gov
  • Tang WHW, dkk. Intestinal microbial metabolism of phosphatidylcholine and cardiovascular risk. N Engl J Med. 2013;368:1575–84. PMID 23614584
  • Srivastav S, dkk. Valsalva Maneuver. StatPearls. PMID 30725933
  • Honkura K, dkk. Defecation frequency and cardiovascular disease mortality in Japan: the Ohsaki cohort study. Atherosclerosis. 2016;246:251–6. PMID 26812003
  • Sandek A, dkk. Altered intestinal function in patients with chronic heart failure. J Am Coll Cardiol. 2007;50:1561–9. PMID 17936155
  • Higashi Y, Kihara Y. Endothelial dysfunction and hypertension in aging. Hypertens Res. 2012;35:1039–47. PMID 22972557
  • The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1998. nobelprize.org
  • Data produk: KB Synergy Worldwide Indonesia (label BPOM ProArgi-9+ POM SI 114203111; Biome DTX POM SI 214283331).

Similar Posts