Mitos “Makan Telur Bikin Bisulan”: Ini Faktanya Menurut Sains
“Jangan kebanyakan makan telur, nanti bisulan!” — kalimat ini pasti sering kita dengar sejak kecil. Anggapan bahwa telur bikin bisulan sudah jadi mitos turun-temurun di Indonesia. Tapi benarkah ada hubungannya? Jawaban singkatnya: tidak. Bisul disebabkan oleh infeksi bakteri, bukan oleh telur.
Artikel ini meluruskan mitos tersebut berdasarkan bukti — mulai dari apa penyebab bisul yang sebenarnya, kenapa telur tidak menyebabkannya, sampai mitos populer lain soal telur dan kolesterol.
3 Poin Penting
- Bisul (furunkel) adalah infeksi bakteri, umumnya Staphylococcus aureus, yang masuk lewat folikel rambut — bukan akibat makan telur.
- Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi. Tidak ada bukti ilmiah bahwa telur memicu bisul.
- Mitos “telur bikin kolesterol tinggi” juga perlu diluruskan: pada kebanyakan orang sehat, konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Daftar Isi
- Dari Mana Mitos Ini Berasal?
- Fakta: Penyebab Bisul yang Sebenarnya
- Kenapa Telur Tidak Menyebabkan Bisul
- Bonus: Mitos Telur & Kolesterol
- Cara Mencegah Bisul yang Benar
- FAQ
Dari Mana Mitos Ini Berasal?
Mitos “makan telur bikin bisulan” kemungkinan besar muncul dari pola pikir lama yang mengaitkan makanan “panas” atau berprotein tinggi dengan masalah kulit. Karena bisul sering muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, orang dulu mencari “kambing hitam” pada makanan yang baru saja dimakan — dan telur, yang populer dan bergizi, sering jadi sasaran. Padahal, korelasi waktu bukan berarti sebab-akibat.
Fakta: Penyebab Bisul yang Sebenarnya
Bisul (istilah medis: furunkel) adalah infeksi pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini masuk melalui folikel rambut atau luka kecil di kulit, lalu menimbulkan benjolan merah berisi nanah yang nyeri (MedlinePlus – NIH; NHS – Boils).

Faktor yang benar-benar meningkatkan risiko bisul antara lain:
- Kebersihan kulit yang kurang terjaga
- Gesekan atau keringat berlebih pada kulit
- Luka kecil / lecet sebagai pintu masuk bakteri
- Kontak dengan orang yang mengalami infeksi kulit
- Daya tahan tubuh menurun atau kondisi seperti diabetes
Perhatikan: tidak ada satu pun makanan tertentu — termasuk telur — dalam daftar penyebab utama bisul.
Kenapa Telur Tidak Menyebabkan Bisul
Telur adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi, lengkap dengan kolin, vitamin B12, vitamin D, dan berbagai nutrisi lain. Tidak ada mekanisme biologis maupun bukti ilmiah yang menghubungkan konsumsi telur dengan munculnya bisul. Bisul adalah masalah infeksi bakteri di kulit, bukan reaksi terhadap makanan bergizi.
Yang perlu dibedakan: sebagian kecil orang memang punya alergi telur, yang bisa memunculkan gejala seperti gatal, ruam, atau bengkak. Tapi alergi telur berbeda total dengan bisul — mekanismenya lain, dan bukan infeksi bakteri.
Bonus: Mitos Telur & Kolesterol
Karena blog ini fokus pada kesehatan jantung, ada satu mitos telur lain yang layak diluruskan: “telur bikin kolesterol tinggi dan berbahaya untuk jantung.”

Faktanya, meski kuning telur mengandung kolesterol, penelitian gizi modern menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang sehat, konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung. Yang lebih berpengaruh menaikkan kolesterol darah justru lemak jenuh dan lemak trans (misalnya dari gorengan dan makanan olahan), bukan kolesterol dari telur itu sendiri (Harvard T.H. Chan School of Public Health – The Nutrition Source).
Meski begitu, ini bukan izin untuk makan telur tanpa batas. Orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung sebaiknya tetap memperhatikan pola makan menyeluruh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk porsi yang tepat. Penyakit jantung dan pembuluh darah tetap menjadi penyebab kematian terbesar di dunia (WHO – Cardiovascular diseases), jadi pola makan seimbang tetap penting.
Ingin memahami lebih dalam soal kesehatan pembuluh darah? Baca Hipertensi (Darah Tinggi): Penyebab, Gejala, Bahaya & Cara Menurunkan.
Cara Mencegah Bisul yang Benar
Karena bisul disebabkan bakteri, pencegahannya juga berfokus pada kebersihan — bukan pantang telur:
- Jaga kebersihan kulit, terutama area yang mudah berkeringat.
- Cuci tangan secara rutin dan hindari memencet jerawat/luka.
- Tutup luka kecil dengan plester bersih.
- Jangan berbagi handuk, pisau cukur, atau pakaian dengan orang yang sedang bisulan.
- Jaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi (ya, termasuk telur), tidur cukup, dan kelola stres.
Bila bisul berukuran besar, sangat nyeri, berulang, disertai demam, atau tak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter.
FAQ
1. Jadi, apakah makan telur banyak bisa bikin bisulan?
Tidak. Bisul disebabkan infeksi bakteri (umumnya Staphylococcus aureus), bukan oleh telur.
2. Kenapa bisul sering muncul setelah makan telur?
Itu kebetulan waktu, bukan sebab-akibat. Bisul berkembang dari bakteri di kulit, bukan dari makanan.
3. Berapa telur yang aman dimakan per hari?
Untuk orang sehat, konsumsi telur dalam jumlah wajar umumnya aman. Orang dengan kolesterol tinggi/diabetes/penyakit jantung sebaiknya konsultasi dokter untuk porsinya.
4. Apa bedanya bisul dengan alergi telur?
Bisul = infeksi bakteri di folikel rambut. Alergi telur = reaksi imun (gatal, ruam, bengkak). Keduanya beda total.
5. Bagaimana mencegah bisul?
Jaga kebersihan kulit, rawat luka kecil, jangan berbagi barang pribadi, dan jaga daya tahan tubuh.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis yang berkualifikasi.
Ditulis oleh Coach Didit Wijaya
Praktisi Kesehatan & Konsultan Nutrisi — 13 tahun bersama Synergy Worldwide Indonesia. Telah mendampingi ratusan klien menjalani program Smart Detox & gaya hidup sehat. Berbasis di Pancoran, Jakarta Selatan.
🔗 proargi.id · smartdetox.id
